charlie

Rabu, 19 November 2008

VISUAL art

http://journal.media-culture.org.au/0508/images/scan-cover.jpg
Menggilas Sebuah Aliran

“Penduduk dunia sekarang ini amat biasa bergaul dengan gambar yang bagaikan santir dari dunia nyata. Dan teknologi terus saja ingin menampilkan gambar yang makin menyantir, makin mewimba”.
Soedjoko,1992
(santir = segala hal yang tampak dicermin).


Ada pelbagai sudut pandang dalam memahami berkembangnya suatu mazhab, pertama, mereka yang melihatnya sabagai satu fenomena historis dengan mengamati kronologi pemikiran dan perubahannya; kedua, adalah mereka yang mengamati adanya proses meng-ideologi dalam setiap diri. Mantapnya sebuah mazhab, adalah jika didiskusikan secara terus menerus dan diterapkan dalam wacana intelektual secara terus menerus. Mantapnya sebuah mazhab, juga didukung oleh perilaku radikal penggagas utama, para pengikut dan murid dalam perioda waktu yang lama.

Untuk mengamati adanya kelangsungan Mazhab Bandung, penulis memilih jalur kedua, karena jalur ini jarang ditempuh atau “enggan” ditempuh. Disamping juga, selama ini belum ada yang berhasil menangkap fenomena ini sebagai sesuatu yang bermakna. Dalam kondisi itulah penulis mencoba menangkapnya sebagai sebuah proses “meng-ada” dalam diri yang selama ini menjadi “persinggahan” aneka gagas itu selama kurang lebih 30 tahun. Aspek subyektif dan ketidakikhlasan kerap menyertai, karena timbulnya konflik batin, antara keinginan untuk membangun suatu penyadaran alternatif, terutama ketika Mazhab Bandung telah mengalami proses pelapukan dan retak di sana-sini, serta mendudukkannya sebagai bagian sebuah wacana kebudayaan yang bermakna dan juga bertanggungjawab.

Langgengnya pendidikan kesenirupaan di ITB lebih dari 50 tahun, merupakan bukti-bukti yang tak dapat dipungkiri bahwa Mazhab Bandung itu ada dan mantap sebagai sebuah ideologi berkarya, maupun proses pendidikan. Kemudian sebarannya yang meluas dalam wacana kesenirupaan nasional adalah wujud-wujud implementatif mazhab tersebut secara fanatik dianut dan dikembangkan. Demikian pula model pendidikan kesenirupaan modern yang menekankan kepada konsep, intelektualitas, metodologi dan aspek-aspek keformalan adalah wujud lain bahwa spirit Mazhab Bandung yang ‘dirawat’ dan dijabarkan oleh para pelakunya secara bergenerasi.

Memang sebagian diantaranya berupaya mengingkari, namun tak kuasa mempraktekkan dan mengakui keberadaannya. Kita tentu saja tak dapat mungkir, bahwa model pendidikan kesenirupaan yang berlangsung di Indonesia hingga saat ini adalah ‘jasa’ para pemikir Mazhab Bandung generasi pertama dan kedua. Tatkala aspek-aspek modernitas, kebebasan berpikir, estetik akademis dan rasionalitas telah menjadi bagian dari wacana kesenirupaan Indonesia.

Ada saatnya Mazhab Bandung mengalami ujian yang berat, ketika dituduh sebagai ‘agen Barat’ di tahun 60-an, dan pada saat itu wacana kesenirupaan nasional sedang berklibat kepada otodidakisma dan Realisme Sosialis. Namun ujian berat tersebut dapat dilampaui dengan kearifan yang tiada tara. Kemudian ujian berat kedua muncul ketika para seniman membuka program studi desain pada awal tahun 70-an yang sementara itu dinilai sebagai ‘seni rendah’ dan terlalu rasionalistis. Pada zamannya, seni terapan semacam itu memiliki kecenderungan ‘dimusuhi’ oleh para kritikus seni dan para seniman otodidak. Bahkan hingga sekarang. ‘desain’ belum menjadi bagian penting dalam wacana historis kesenirupaan di Indonesia.

Beberapa buku yang ada, seperti Art in Indonesia karangan Claire Holt, Visual Art yang disusun oleh Hildawati , Nusa Jawa : Silang Budaya karangan Denys Lombard, 35 Tahun Pendidikan Senirupa Indonesia disusun oleh But Mukhtar, Mengenang Perintis Senirupa Indonesia oleh IA-ITB, 50 Tahun Senirupa Indonesia disusun oleh Biranul Anas, Dua Senirupa kumpulan tulisan Sanento Yuliman, dan sejumlah katalog dan makalah lepas merupakan rujukan bahwa “Mazhab Bandung” itu ada, meskipun tidak dinyatakan secara tegas. Tetapi bagi penulis, yang hadir, sebagai penyaksi, pegaul dan terkena langsung imbasnya selama kurang lebih tiga puluh tahun merasakan proses “mengideologi” yang kuat dalam banyak bidang, terutama estetika dan sistematika berpikir.

Dalam paparan ini, penulis juga mencoba untuk mengklasifikasikan beberapa fenomena yang tercerai-berai itu sebagai pandangan pribadi. Selain itu, “ciri-ciri” yang begitu kuat yang telah terbangun selama kurang lebih setengah abad, tidak bisa dihindari untuk “menular” antar generasi, baik melalui proses pendidikan maupun berkarya. Hal inipun telah disadari cukup lama, bahwa mereka yang ingin belajar ke perguruan tinggi senirupa ITB, bukan hanya sekadar ingin memperoleh gelar kesarjanaan saja, tetapi juga menginginkan masuk ke dalam atmosfir budaya “Mazhab Bandung” yang selama ini dirasakan sebagai salah satu tonggak penting dunia kesenirupaan Indonesia.

Rabu, 29 Oktober 2008

sahabat yang belum kita kenal


aQ ngerti aq bukan orang yang jago buat nglakuin ini itu, yaach.. kayak gitulah aq. termasuk dalam hal bikin puisi!

walaupun demikian aq seneng kalau bikin puisi (asal-asalan sich..) buat ngisi waktu luang doang kok!!!!

ini beberapa puisi hasil ngayal n asal bangeeet’s!! cuman tugas sichh sbenarnya (he…he…)

dan puisi2 ini inspirasinya dari dua sahabatku yang selalu menghiasi hari2ku oleh canda dan tawa bersama..

walu kini sudah tidak ada kebersamaan lagi (tragiiss..!!).

SAHABAT

canda tawa tlah kita lalui bersama

duka dan larapun bukanlah halangan

karna kita slalu mampu melewati dengan berjuta cara

dan dalam indahnya jalan hidup ini

kau dan aku slalu melakukan dengan tegar

semua indah… kala kita lalui bersama

dukungan nurani darimu laksana doa

karna kau adalah sahabat dalam titian langkah hidup ku

karna kau shaabat sejati dalam hidup ini

karna kau begitu berarti

angelfootstepswater.jpg



HARAPAN ITU ADA

harapan itu ada…

itulah kata yang kau ucapkan

walau dengan air mata

semua akan menjadi nyata

harapan itu ada..

kau yang menunjukkan akan maknanya

dn kau tunjukkan denagannya

bahwa itu ad di depan mata

harapan itu ada…

kau yang menunjukkan

langkah pasti untuk mencapainya

karna kaulah harapan itu

angeldefinitiongoldframepea.gif




RESAHNYA sang JIWA

gundah dan resah dalam hati

menanti seseorang yang sangat berarti

tatapan mata sembam oleh air mata

menatap dia yang telah pergi

karna berharganya dirimu

aku kehilangan arah dan tujuanku

haatiku berkeping karna kehilangan mu

hanya wajahmu yang terpaut dalam hati

bagaikan api yang padam tinggalkan asap

daun berguguran ditinggal kemarau

begitulah kau pergi tinggalkanku

sendiri sepi dalam gundah di hati


http://i304.photobucket.com/albums/nn177/kokolinka99/Dark_Angel1.png



AIR MATA

bahumu yang tegar

kau pinjamkan untuk lampiaskan marah dan sedihku

hingga menggenang seluruh tumpah air mataku

kelembutan hatimu kau tunjukkan

dengan linang air matamu..

seiring kaupun mengusap lembut tanganku

kutahu kaupun menangis..

begitu luhur budimu sobat..

seiring tangis bersama

kau tegarkan hatiku yang sedang pilu

kaulah sahabatku..


http://fc26.deviantart.com/fs17/f/2007/219/5/c/Cold_Hearted_by_Dark_Angel_90.jpg

PERPISAHAN

Terus berlari tak henti mengejar waktu
Menoleh pun tak ada dalam pikiranku
Hingga dirimu pergi menjauh
Dan semakin menjauh
Tak pernah ku berfikir tuk lepas darimu

Dirimu tak pernah berikanku kesempatan
Tuk nyatakan semua
Bahwa aku tak ingin dirimu pergi
Tinggalkanku
Walau ku menangis sekalipun

Dirimu takkan mungkin mendengarnya
Karena dirimu tak jadi milikku lagi

Perpisahan...
Takkan lagi jadi bayanganBagi dirimu
Tapi akan jadi kenangan terburuk tuk diriku
Yang memendam perasaanku padamu.


animated171.gif




KETIKA KU COBA MENYAYNGIMU..

Aku mencintaimu... Sahabat Jauhku bergumul dengan awan pekat
hitam.... tak jelas akan rembulan yang mengintip
ingin menyimak kejadian bumi
langkahku gontai semakin melunglai

Fikirku dalam angan tak jelas
mencoba menterjemahkan kejadian tadi
kala kau menjamuku dengan mesra
diluar kebiasaan kita sebagai sahabat

Adakah aturan main yang lain disana?
bumbu manis apa yang ingin kau perlihatkan?
dari semua sentuhanmu tadi....
rasa cintakah atau sekedar nafsu belaka?

Aku memarahi kebodohanku sendiri
terlarut dalam kenikmatan yang kumaki saat ini....
Kami sahabat... pantaskah itu?
Terlalu....

Tapi ada gerak yang ingin meminta lagi
sentuhanmu membuat tubuhku menangih...
mungkin kau memperlakukanku begitu istimewa
diantara kelembutan dan perasaanmu yang tak pernah kau akui...

Apakah masih ada persahabatan disana?
kala kita memperlakukan semuanya dengan cara lain
cara yang seharusnya tidak dilakukan seorang sahabat
dan bibirku kini hanya bisa terdiam...

Bila saja aku tak menangis saat itu
mungkin kita sudah lebih jauh
Bila saja tak ada rangkaian kata maaf darimu
mungkin kita sudah tidak dibumi lagi
berpijak pada keyakinan yang kita tinggalkan sesaat
berdansa dengan para iblis yang tertawa...

Aku menyayangimu sahabat...
seperti dulu...
Aku juga menyukaimu sahabat...
seperti dulu...

Dan aku tak ingin ini berakhir tanpa sebuah kata
akan kemana persahabatan ini dibawa
ketika kau diam bersama pertanyaanku
dan pengakuan tulusku....
Bahwa aku juga mencintaimu....

3389.gif

sorry klo jeleks yaaaa…